Wulan Guritno Mencari Lokasi Syuting Film Malam 3 Yasinan di Rumah dengan Kuburan Keluarga

Wulan Guritno, yang dikenal sebagai pemain dan produser film, telah membagikan pengalaman menariknya selama tahap praproduksi film terbaru berjudul Malam 3 Yasinan. Dalam proses ini, dia tidak hanya bekerja di belakang layar, tetapi juga terlibat langsung dalam mencari lokasi syuting yang sesuai dengan tema film.

Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor yang mengambil inspirasi dari gaya dan suasana dekade 1980-an. Film ini diproduksi oleh tim berbakat di Helroad Films dan Alkimia Pictures, yang berusaha untuk menangkap keaslian era tersebut melalui set dan karakter yang kuat.

Pencarian lokasi syuting pun menjadi bagian utama dari proses kreatif ini. Setelah melakukan riset yang mendalam, Wulan dan timnya menemukan lokasi yang ideal di Subang dan Bogor, Jawa Barat, yang memiliki nuansa klasik yang sangat cocok untuk cerita yang ingin diangkat.

Proses Praproduksi yang Mendetail dan Menarik

Dalam menjalani fase praproduksi, Wulan Guritno mengadakan workshop untuk mendalami karakter masing-masing pemain. Hal ini sangat penting agar semua orang dapat memahami peran mereka secara mendalam dan menyatu dengan cerita yang disampaikan dalam film ini.

Salah satu hal menarik adalah keberadaan kuburan keluarga yang terletak di belakang lokasi syuting yang dipilih. “Kebetulan kami mendapat lokasi syuting yang memiliki latar belakang tersebut, dan hal ini justru menambah atmosfir horor dalam film,” ujarnya.

Lokasi utama syuting film ini berfokus pada sebuah rumah mewah dan pabrik gula. Keberadaan dua lokasi ini memungkinkan tim untuk menciptakan berbagai suasana yang berbeda dalam film, sementara tetap mempertahankan tema yang konsisten.

Pemain Utama dan Karakter Menarik dalam Film

Film Malam 3 Yasinan juga diisi oleh banyak aktor dan aktris berbakat, seperti Shalom Razade, Baim Wong, dan Hamish Daud. Shalom Razade sendiri memerankan dua karakter kembar dengan sifat yang sangat berbeda, yaitu Sara dan Samira, yang menambah kompleksitas cerita.

Shalom mengatakan, “Saya harus beradaptasi dengan kedua karakter ini agar penonton dapat merasakan perbedaan antara Sara dan Samira.” Proses syuting yang dijadwalkan selama 22 hari ini berlangsung di Subang dan Bogor, yang memberikan kedekatan fisik dan kreativitas dalam penggambaran cerita.

Kedua nuansa lokasi syuting, yaitu rumah mewah dan pabrik gula, sangat mewakili suasana yang diinginkan. Wulan dan tim berusaha keras untuk memastikan bahwa setiap elemen dalam film ini dapat berkontribusi terhadap pengalaman menonton yang mendalam.

Strategi Pemasaran dan Harapan untuk Film

Saat film ini perlahan memasuki tahap akhir produksi, strategi pemasaran mulai disusun. Tim produksi berencana untuk memanfaatkan berbagai platform media sosial guna menjangkau audiens yang lebih luas dan membangkitkan rasa penasaran tentang film ini.

Wulan juga menyampaikan bahwa film ini tidak hanya menyajikan elemen horor, tetapi juga mengedepankan aspek drama keluarga yang kuat. Timbulnya konflik antara karakter akan memberikan kedalaman pada cerita yang diharapkan bisa dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.

Dengan publikasi yang terus berkembang dan buzz positif dari rilis teaser, harapan pun muncul agar Malam 3 Yasinan dapat sukses di pasaran. Wulan dan timnya percaya bahwa perpaduan antara cerita yang kuat dan penggambaran yang autentik akan menarik perhatian penonton.

Related posts